Ditulis oleh Cilacap Online Sabtu, 28 Maret 2009 09:52
JAKARTA - Pelayaran nasional perlu memberlakukan azas cabotage untuk mengistimewakan pengangkutan barang keperluan dalam negeri dengan bendera nasional. Pasalnya tanpa azas tersebut, jasa pengangkutan pelayaran tersebut lebih banyak dinikmati oleh perusahaan pelayaran asing.
Dengan lebih banyak dikuasai oleh perusahaan asing, potensi pendapatan pelayaran nasional di bidang pengangkutan minyak bumi, gas, batubara, dan offshore, sebesar Rp147 triliun tidak bisa dinikmati.
"Dengan berlakunya azas cabotage seharusnya industri pelayaran nasional bisa berkembang pesat dan bisa menjadi salah satu sektor andalan bagi sumber pendapatan nasional. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas laut mencapai 70 persen".
Demikian diungkap Wakil Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) FTUI Agus Muldya dalam diskusi terbatas pra seminar Indonesian Cabotage Forum 2009 di Sekretariat Iluni FTUI Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2009).
Sejauh ini negara-negara maritim yang telah menerapkan azas tersebut, yakni Jepang, Jerman, dan Prancis. Amerika Serikat yang menjadi pelopor liberalisme dan perdagangan bebas juga menerapkan prinsip ini.
Penerapan azas cabotage bagi industri pelayaran di Amerika, bahkan didukung penuh oleh perbankan nasionalnya. Tidak seperti yang terjadi di Indonesia.
Di kesempatan yang sama Ketua Panitia Indonesian Cabotage Advocation Forum Ully R Putra menyatakan, untuk mengimplementasikan pemberdayaan pelayaran nasional perlu konsolidasi yang lebih serius dari semua kementerian terkait. Seperti Menteri Koordinator Perekonomian, Departemen Keuangan dan Bank Indonesia untuk mendorong jalannya pendanaan untuk sektor maritim.
Menurut rencana, Plt Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, dan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, akan membahas masalah ini dalam Indonesian Cabotage Advocation Forum pada Selasa 31 Maret mendatang.(msn.okezone)
Lawakan Ala Cilacap
Tradisi & Budaya
|
Penyelamatan Ribuan Wayang Kuno Terkendala Dana Minggu, 17 Mei 2009 03:19 |
|
Komunitas Pinggir Ajarkan Tradisi Menulis di Kalangan Remaja Kamis, 12 Maret 2009 09:47 |
|
Sedekah Laut Sedot Wisatawan ke Cilacap Selasa, 13 Januari 2009 12:14 |
Lain - Lain
|
Aktivis Seni Semarang Berduka Atas Kematian WS Rendra Jumat, 07 Agustus 2009 19:45 |
|
Terimakasih Toek Seorang Bernama Kuper Senin, 30 Maret 2009 12:57 |
|
Bayi Kembar Siam Asal Ambon Meninggal Minggu, 15 Maret 2009 08:24 |
|
Petir Menyambar Rumah Warga Rabu, 25 Februari 2009 08:45 |















Comments