Ditulis oleh Ahmad Fadli Kamis, 30 April 2009 11:11
Titik Cahaya di pertigaan eks hotel Abadi Sidamulya Sidareja berasal dari dua pedagang kecil yang mangkal tiap magrib tiba. Sebelah selatan pedagang gembus dan sebelah utara pedagang jagung bakar. Hanya bermodal beberapa alat sederhana yang mereka bawa, mereka mangkal dipojok pertigaan itu tanpa atap.Namanya Sanrusdi, bapak dari 3 anak ini sudah berjualan gembus sejak 1984. Berarti sudah 25 ia berjualan gembus. Setiap hari menjelang magrib, ia datang dengan beberapa bahan gembus yang sudah siap goreng. Jam 10 malam ia pulang ke rumahnya di desa Kunci dengan membawa hasil yang tak tentu. Jika ramai, ia bisa mengantongi uang Rp.100.000,-. Tapi jika sepi ia hanya mengantongi 40-50 ribu rupiah. Hasil segitu merupaka hasil kotor, belum di potong modal. Ia mengaakan keuntungan yang di peroleh adalah fifty-fifty dari modal. Bapak Rusdi jual gembus kesayangannya ini dengan harga Rp. 250,- per kolong gembusnya.
Panganan Gembus yang terbuat dari singkong ini merupakan makanan khas masyarakat ngapak yang di bentuk bolat mirip donat, cuman lebih kurus ukurannya. Di daerah wetan kita sering dengar kata gembus, tapi bukan jenis gembus dari singkong, melainkan tempe gembus. cara pengolahan gembus pun bermacam-macam. Di desa ku hampir semua jenis gembus selalu di campur dengan gula kelapa. Tiap jam 6 pagi seorang bapak-bapak selalu berteriak mbuuuus.....gembuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus..
Di Sidareja ini kutemukan jenis gembus yang dimakan tanpa gula dan tanpa teriak plus njimprak. mbuuss gembussss....
Lawakan Ala Cilacap
Tradisi & Budaya
|
Penyelamatan Ribuan Wayang Kuno Terkendala Dana Minggu, 17 Mei 2009 03:19 |
|
Komunitas Pinggir Ajarkan Tradisi Menulis di Kalangan Remaja Kamis, 12 Maret 2009 09:47 |
|
Sedekah Laut Sedot Wisatawan ke Cilacap Selasa, 13 Januari 2009 12:14 |
Lain - Lain
|
Aktivis Seni Semarang Berduka Atas Kematian WS Rendra Jumat, 07 Agustus 2009 19:45 |
|
Terimakasih Toek Seorang Bernama Kuper Senin, 30 Maret 2009 12:57 |
|
Bayi Kembar Siam Asal Ambon Meninggal Minggu, 15 Maret 2009 08:24 |
|
Petir Menyambar Rumah Warga Rabu, 25 Februari 2009 08:45 |














Comments