Ditulis oleh Cilacap Online Senin, 27 April 2009 09:48
YOGYAKARTA - Seluruh pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiah (Mts) diimbau agar tidak tertipu bocoran jawaban Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan mulai hari ini. Apalagi membeli bocoran jawaban UN dari oknum tertentu.
"Siswa jangan sampai terkecoh dengan bocoran jawaban dari UN apalgi membeli kuci jawaban," tegas Kepala Dinas Pendidikan Dasar Bantul,Yogyakarta, Sahari, Minggu (26/4/2009
Tak hanya siswa, Sahari juga meminta orangtua maupun guru serta kepala sekolah agar tidak menggubris adanya tawaran dari oknum tertentu tentang kunci jawaban UN. "Jika ada pihak yang menawarkan kunci jawaban, itu jelas penipuan dan hanya ingin mencari keuntungan semata," tandasnya Pihaknya, lanjut Sahari, berharap agar siswa siap menghadapi UN karena telah dibekali dengan pemantapan belajar hingga try out sebagai persiapan, sehingga tidak perlu terpengaruh tawaran oknum.
"Percaya kepada kemampuan sendiri saja, karena siswa sudah diberikan pelatihan yang soal-soalnya jauh lebih sulit dari UN," katanya Menyoal pengawasan, dua orang petugas dari luar sekolah nantinya akan mengawasi satu ruangan ujian.
Sejumlah tim pemantau independen dari perguruan tinggi juga ikut mengawasi pelaksanaan ujian. Tercatat jumlah peserta UN di Bantul mencapai 10.920 siswa dari SMP maupun Mts. Total sekolah penyelenggara UN mencapai 105 SMP/MTs, dengan jumlah ruangan ujian sebanyak 546 ruangan. Menyoal kesiapan ujian, Sahari menambahkan Bantul mendapatkan distribusi soal yang dikirim dari provinsi melalui 17 kelompok kerja (Pokja) yang tersebar pada beberapa sekolah.
Sejumlah tim pemantau independen dan kepolisian akan mengawal proses distribusi. Terpisah, anggota Komisi A DPRD Bantul Eko Yuliyanto menyebutkan pengawasan ujian jangan sampai mengganggu konsentrasi siswa. "Pengawasan semestinya berjalan baik, jangan sampai membuat siswa panik," terangnya. Pihaknya mengharapkan seluruh SMP/MTs mampu mencapai tingkat kelulusan sebanyak 90 persen. Alasannya, siswa telah mengikuti serangkain pelatihan, meski hasilnya di bawah standar kelulusan. (msn.okezone)
Lawakan Ala Cilacap
Tradisi & Budaya
|
Penyelamatan Ribuan Wayang Kuno Terkendala Dana Minggu, 17 Mei 2009 03:19 |
|
Komunitas Pinggir Ajarkan Tradisi Menulis di Kalangan Remaja Kamis, 12 Maret 2009 09:47 |
|
Sedekah Laut Sedot Wisatawan ke Cilacap Selasa, 13 Januari 2009 12:14 |
Lain - Lain
|
Aktivis Seni Semarang Berduka Atas Kematian WS Rendra Jumat, 07 Agustus 2009 19:45 |
|
Terimakasih Toek Seorang Bernama Kuper Senin, 30 Maret 2009 12:57 |
|
Bayi Kembar Siam Asal Ambon Meninggal Minggu, 15 Maret 2009 08:24 |
|
Petir Menyambar Rumah Warga Rabu, 25 Februari 2009 08:45 |















Comments