Ditulis oleh Budi Prabowo Kamis, 12 Maret 2009 09:47
Rejamulya. Menulis adalah bakat yang dimiliki oleh semua manusia pada saat mereka dilahirkan. Tapi hanya sedikit orang yang memanfaatkan potensi yang telah diberikan oleh Tuhan tersebut. Dari sekian ratus juta penduduk di Indonesia kurang dari lima prosen yang mampu memanfaatkannya. Sayang memang potensi yang dikasih secara gratis ini disia-siakan begitu saja.Kita sering menjumpai orang yang bingung ketika disuruh untuk menuliskan tentang kisah mereka sendiri. Mereka rata-rata kesulitan untuk memilih kata-kata agar dapat melukiskan cerita mereka itu dan bisa dimengerti oleh orang yang membacanya. Hal tersebut tentunya dapat kita pahami sebab sebagian besar orang tidak terbiasa untuk menulis bahkan untuk cerita mereka sendiri.
Menulis itu sebenarnya adalah kebiasaan yang kita lakukan setiap kali dan setiap saat. Mustahil ada orang tiba-tiba bisa menulis begitu bagus tanpa kebiasaan menulis yang dilakukan berulang-ulang. Untuk melatih kebiasaan memang tidak mudah butuh ketelatenan dan waktu yang tidak sedikit, bahkan kadang kita sudah latih kebiasaan menulis dari kecil tetapi hasilnya masih jelek.
Terlepas dari bagus tidaknya tulisan kita, harusnya kita jangan berhenti untuk menulis. Untuk melatih kebiasaan menulis bagusnya memang dilakukan dari usia dini karena potensi anak lebih besar untuk berkembang dibandingkan orang dewasa. Karena jika anak sudah dilatih menulis sejak dini maka potensinya akan semakin muncul.
Anak-anak usia SMP mungkin lebih pas untuk dilatih mulai menulis karena selain penguasaan katanya sudah lumayan banyak imajinasinya juga sudah mulai berkembang. Melihat potensi tersebut di atas maka di SMP Negeri 3 Kedungreja muncullah Komunitas Pinggir.
Komunitas Pinggir berfungsi untuk melatih anggotanya menulis. Saat ini kegiataanya masih seputar pembuatan dan pengelolaan majalah dinding (mading). Ke depan masih banyak lagi termasuk juga rencana menerbitkan buletin. Melihat potensi anggota dan semangat mereka belajar menulis saya jadi optimis komunitas ini akan dapat melahirkan penulis-penulis berbakat yang selama terpendam di daerah pelosok. Mereka ibarat mutiara yang terpendam jauh didasar samudera dan butuh penyelam-penyelam handal untuk mengambilnya.
Saat ini sudah lebih dari 100 tulisan yang telah mereka hasilkan dari mulai cerpen, puisi, pantun, maupun tulisan-tulisan dalam bentuk berita, padahal komunitas ini baru berdiri empat bulan yang lalu. Melihat kenyataan ini tentu kita sepakat bahwa mereka-mereka adalah manusia dengan potensi yang besar dan hanya butuh waktu untuk melihat mereka menjadi penulis-penulis yang punya bakat besar.
Komunitas Pinggir saat ini memiliki anggota sekitar 25 anak kelas 1 dan 2 SMP Negeri 3 Kedungreja, dan mereka mengelola mading yang terpampang di depan perpustakaan. Mading tersebut mereka bagi menjadi 5 kolom yaitu kolom redaksi, berita utama, sastra, humor serta iklan.
Dari pemantauan saya di wilayah kedungreja dan sekitarnya baru mading pinggir saja yang membagi mading dalam bentuk kolom. Kebanyakan mading-mading yang ada di sekolah-sekolah lain hanya berisi cerpen dan pantun saja tanpa menulis bentuk-bentuk lain. Bahkan karena munculnya mading pinggir ini kemudian kepala sekolah dan guru membuat mading tandingan yang mereka khususkan untuk tulisan-tulisan mereka.
Kira-kira bagus mana yah tulisan siswa dengan tulisan guru-gurunya biarlah waktu yang menjawab. (Prabowo)
Lawakan Ala Cilacap
Tradisi & Budaya
|
Penyelamatan Ribuan Wayang Kuno Terkendala Dana Minggu, 17 Mei 2009 03:19 |
|
Komunitas Pinggir Ajarkan Tradisi Menulis di Kalangan Remaja Kamis, 12 Maret 2009 09:47 |
|
Sedekah Laut Sedot Wisatawan ke Cilacap Selasa, 13 Januari 2009 12:14 |
Lain - Lain
|
Aktivis Seni Semarang Berduka Atas Kematian WS Rendra Jumat, 07 Agustus 2009 19:45 |
|
Terimakasih Toek Seorang Bernama Kuper Senin, 30 Maret 2009 12:57 |
|
Bayi Kembar Siam Asal Ambon Meninggal Minggu, 15 Maret 2009 08:24 |
|
Petir Menyambar Rumah Warga Rabu, 25 Februari 2009 08:45 |













Comments